Jumat, 08 Mei 2015

Penerapan Standar Manajemen ISO 9001 dan OHSAS 18001 di PT XYZ

ISO 9001 merupakan standar internasional di bidang sistem manajemen mutu. Suatu lembaga atau organisasi yang telah mendapatkan akreditasi (pengakuan dari pihak lain yang independen) ISO tersebut, dapat dikatakan telah memenuhi persyaratan internasional dalam hal manajemen penjaminan mutu produk/jasa yang dihasilkannya. Sedangkan OHSAS 18001 (Occupational Health adn Safety Management Systems) adalah standar  internasional dalam (untuk) membangun dan menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam suatu organisasi (perusahaan) di tempat kerja. Standar OHSAS 18001 ialah standar yang paling secara umum banyak dianut (dirujuk) oleh banyak perusahaan (organisasi) dalam melaksanakan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam manajemen organisasi yang bersangkutan.
Sejak tahun 2012, pengamanan terintegrasi secara resmi dengan aspek Quality, Health, Safety and Environment (QHSE) dan menjadi satu kesatuan aspek Kesehatan Keselamatan Kerja dan Lindung Lingkungan (K3LL) Pengamanan dan Kualitas. Seluruh pekerja, kontraktor atau pemasok yang bekerja untuk Perseroan harus memahami untuk mematuhi manual, prosedur dan semua aturan HSE yang berlaku. Hal ini dilakukan bertujuan agar menyediakan lingkungan kerja yang sehat, aman dan terhindar dari resiko bahaya terkait dengan kegiatan operasional Perseroan. Tingkat kinerja K3LL pengamanan dan kualitas yang membaik ditandai dengan berkurangnya angka kecelakaan kerja, meningkatnya kompetensi pekerja dalam menjalankan pekerjaannya, dan kepercayaan pelanggan terhadap Perseroan. Tahun 2014, target strategis yang harus dicapai PT. XYZ adalah sebagai berikut :
1.        Tidak terjadi pencemaran lingkungan atau menghasilkan dampak negatif pada lingkungan dari kegiatan operasional pengeboran.
2.        Rate Recordable Accident (Total Recordable Incident Rate) < 1.14
3.        Tidak terjadi kerugian yang menimbulkan property damage atau nilai kerugian > $US 100,000
            Penerapan K3LL pengamanan dan kualitas harus dilakukan secara nyata dalam setiap perusahaan. Perseroan menganggap K3LL pengamanan dan kualitas sebagai suatu bentuk tanggungjawab Perseroan yang menunjang akselerasi kinerja pegawai. Upaya Perseroan untuk meningkatkan kinerja K3LL pengamanan dan kualitas melalui penerapan sistem manajemen mutu mendapatkan pengakuan dalam bentuk sertifikasi ISO 9001:2000 sejak tahun 2004 dan diperbarui dengan ISO 9001:2008 pada tahun 2010 sertifikasi ISO 9001 dilakukan oleh PT. SGS Indonesia sebagai badan sertifikasi. Kegiatan operasional K3LL pengamanan dan kualitas terlaksana sesuai dengan sistem dan tata kerja yang telah tersusun serta terdokumentasi sesuai dengan standar ISO 9001:2008. Standar ini merupakan sarana untuk mencapai efektifitas dan efisiensi Perseroan agar sesuai dengan standar internasional.

            Perseroan juga telah mendapatkan sertifikasi OHSAS 18001:1999 pada tahun 2005 yang dilakukan oleh PT. TUV Nord Indonesia selaku badan sertifikasi. Selanjutnya diperbarui kembali dengan OHSAS 18001:2007 pada tahun 2010 oleh PT. SGS Indonesia sebagai badan sertifikasi. Berdasarkan OHSAS 18001:2007, hal tersebut menjadi pertimbangan bagi perusahaan-perusahaan multinasional untuk menggunakan jasa Perseroan di bidang pengeboran migas. Kedua sertifikasi tersebut, bukti bahwa bisnis dan operasional Perseroan telah dijalankan secara tersistem dengan K3LL pengamanan dan kualitas sebagai salah satu aspek utama yang harus dipertimbangkan dalam setiap kegiatan operasional. Realisasi penerapan K3LL pengamanan dan kualitas yang terpadu dengan manajemen mutu akan menghasilkan optimalisasi pencapaian kinerja pegawai yang lebih baik.


Sumber : Penulisan Ilmiah Atiek Handayani (31411283/4ID03)

Minggu, 26 April 2015

Arti Sarjana dan Kejujuran

Sarjana merupakan gelar akademik yang diberikan kepada lulusan program pendidikan sarjana (S-1). Arti sarjana untuk saya pribadi, gelar sarjana dapat membantu saya untuk mencari pekerjaan di masa depan ketika saya sudah menyelesaikan studi. Namun, dalam menyelesaikan studi tersebut tentunya banyak masalah dan tantangan yang harus saya hadapi. Selain itu, saya juga mempunyai tanggungjawab untuk membahagiakan orang tua yang sudah membiayai kuliah saya dengan cara belajar yang giat dan mendapat IPK yang cukup memuaskan. Maka, ketika lulus nanti saya ingin gelar sarjana teknik yang akan saya dapat nanti bisa berguna di lingkungan tempat saya bekerja nanti.
Arti kejujuran bagi saya sangat penting. Kejujuran dapat dibiasakan sejak kecil, dan saya sudah diajarkan orang tua saya untuk selalu bertindak jujur. Ketika saya SD, saya juga diberikan pesan dari wali kelas sewaktu saya kelas 6 untuk bertindak jujur. Pada waktu itu, banyak teman saya yang ingin melanjutkan pendidikan ke SMP Negeri favorit di Bekasi. Bukan rahasia umum, masuk ke SMP Negeri tersebut bisa melalui jalan "orang dalam" dengan membayar sejumlah nominal, atau bisa juga disebut dengan "suap". Saya ingat dengan pesan wali kelas saya, beliau berkata "jujurlah dalam bertindak. ketika melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, jangan dibiasakan melakukan proses suap hanya karena kalian ingin masuk ke sekolah negeri, jangan pernah lulus dengan menjadi sarjana sogokan". Sampai hari ini, saya selalu ingat pesan beliau dan ketika lulus SD, dari SMP hingga sekarang kuliah, saya memilih untuk masuk swasta ketimbang melakukan proses suap demi masuk sekolah negeri. Kejujuran dimulai dari diri sendiri, bukan dari orang lain.

Rabu, 25 Maret 2015

Etika Profesi

1. Apa sebenarnya kepakaran seorang Sarjana Teknik Industri?

Sarjana Teknik Industri dapat dibagi ke dalam tiga bidang keahlian, yaitu Sistem Manufaktur, Manajemen Industri, dan Sistem Industri dan Tekno Ekonomi.
  • Sistem Manufaktur
Sistem Manufaktur adalah sebuah sistem yang memanfaatkan pendekatan teknik industri untuk peningkatan kualitas,produktivitas, dan efisiensi sistem integral yang terdiri dari manusia, mesin, material, energi, dan informasi melalui proses perancangan, perencanaan, pengoperasian, pengendalian, pemeliharaan, dan perbaikan dengan menjaga keselarasan aspek manusia dan lingkungan kerjanya. Jenis bidang keilmuan yang dipelajari dalam Sistem Manufaktur ini antara lain adalah Sistem Produksi, Perencanaan dan Pengendalian Produksi, Pemodelan Sistem, Perancangan Tata Letak Pabrik, dan Ergonomi.
  • Manajemen Industri
Bidang keahlian Manajemen Industri adalah bidang keahlian yang memanfaatkan pendekatan teknik industri untuk penciptaan dan peningkatan nilai sistem usaha melalui fungsi dan proses manajemen dengan bertumpu pada keunggulan sumber daya insani dalam menghadapi lingkungan usaha yang dinamis. Jenis bidang keilmuan yang dipelajari dalam Manajemen Industri antara lain adalah Manajemen Keuangan, Manajemen Kualitas, Manajemen Inovasi, Manajemen Sumber Daya Manusia, Manajemen Pemasaran, Manajemen Keputusan dan Ekonomi Teknik.
  • Sistem Industri dan Tekno Ekonomi
Bidang keahlian Sistem Industri dan Tekno-Ekonomi adalah bidang keahlian yang memanfaatkan pendekatan teknik industri untuk peningkatan daya saing sistem integral yang terdiri atas tenaga kerja, bahan baku, energi, informasi, teknologi, dan infrastrukturyang berinteraksi dengan komunitas bisnis, masyarakat, dan pemerintah. Bidang keilmuan yang dipelajari di dalam Sistem Industri dan Tekno Ekonomi antara lain adalah Statistika Industri,Sistem Logistik, Logika Pemrograman, Operational Research, danSistem Basis Data.



2. Tuliskan karakter-karakter yang tidak beretika dalam kehidupan sehari-hari dan berikan contoh beserta analisisnya!

a. Berbicara kasar dalam kehidupan sehari-hari, mencerminkan orang yang tidak memiliki etika yang baik dalam berbicara. Sikap tersebut tidak mencerminkan pribadi yang sopan dan tidak menghargai lingkungan sekitarnya.
b. Menyontek. Kebiasaan yang banyak diterapkan seorang siswa maupun mahasiswa. Tentunya ini merupakan kebiasaan yang tidak beretika karena menyontek sama dengan mencuri pemikiran orang lain.
c. Egois dalam bermusyawarah. Sikap ini mencerminkan seseorang yang tidak bisa menghargai pendapat orang lain dan tidak dapat diajak bermufakat.
d. Melanggar peraturan lalu-lintas. Banyak orang yang melanggar aturan lalu-lintas yang sudah dibuat hanya untuk kepentingan diri sendiri, padahal ini merupakan sikap yang tidak beretika karena dapat membahayakan orang lain sesama pengguna jalan.
e. Menghina pekerjaan orang lain. Sikap ini mencerminkan orang yang angkuh dan tidak dapat menghargai usaha orang lain.


3. Tuliskan aktivitas tidak beretika profesional dalam bekerja dan berikan contoh beserta analisisnya!

a. Tidak bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas. Pribadi yang tidak bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas di tempatnya bekerja merupakan orang yang merugi dan tidak dapat diandalkan di perusahaan.
b. Tidak dapat menjaga rahasia perusahaan. Sikap tersebut tentunya merugikan perusahaan tempatnya bekerja karena orang tersebut tidak mempunyai etika dalam membicarakan perusahaan, mana yang boleh orang lain tau dan mana yang tidak.
c. Tidak konsisten dalam bekerja. Seseorang yang tidak dapat menjalankan pekerjaan sesuai dengan perjanjian kerja dan etika profesi yang seharusnya dapat dianggap tidak memiliki etika professional.
d. Tidak dapat menjaga obyektifitas dalam bekerja. Dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya, seorang pekerja harus menjaga obyektifitasnya dan bebas dari benturan kepentingan. jika tidak, maka dianggap tidak memiliki etika professional.
e. Tidak mengikuti peraturan yang berlaku dalam tempat bekerja. Suatu perusahaan atau tempat seseorang bekerja memiliki peraturan-peraturan yang diwajibkan oleh perusahaan tsb. apabila seorang pekerja tidak dapat mengikuti peraturan perusahaan tsb, maka dianggap tidak  memiliki etika professional.

Selasa, 20 Januari 2015

Tugas Softskill 2

TUGAS II KEWIRAUSAHAAN (SOFTSKILL)

1)        Sebutkan tujuan dan jelaskan perencanaan organisasional?
Perencanaan organisasi adalah proses menentukan bagaimanan organisasi bisa mencapai tujuannya. Perencanaan adalah proses menentukan dengan tepat apa yang akan dilakukan organisasi untuk mencapai tujuannya. Dalam istilah resmi perencanaan didefinisikan sebagai perkembangan sistematis dari pogram tindakan yang ditunjukan pada pencapaian tujuan bisnis yang telah disepakati dengan proses analisa, evaluasi, seleksi diantara peluang-peluang yang diprediksi terlebih dahulu.
a)        Tujuan Perencanaan adalah membentuk usaha yang terkoordinasi dalam organisasi. Perencanaan Organisasional mempunyai dua tujuan :
Tujuan Perlindungan (Protective) : meminimisasikan resiko dengan mengurangi ketidakpastian di sekitar kondisi bisnis dan menjelaskan konsekuensi tindakan manajerial yang berhubungan
b)        Tujuan Kesepakatan (Affirmative) : meningkatkan tingkat keberhasilan organisasional
2)   Henry Fayol mengemukakan 16 garis pedoman umum ketika mengorganisasi sumber daya-sumber daya, sebutkan?
16  garis pedoman umum yang dikemukakan Hendry Fayol:
1.        Menyiapkan dan melaksanakan rencana operasional secara bijaksana
2.        Mengorganisasi faset kemanusiaan dauun tn bahan sehingga konsisten dengan tujuan sumber daya-sumber daya, dan kebutuhan dari persoalan tersebut.
3.        Menetapkan wewenang tunggal , kompeten, energik, dan menuntun (struktur ma formal)
4.        Mengkoordinasi semua aktivitas-aktivitas dan usaha-usaha.
5.        Merumuskan keputusan yang jelas, berbeda, dan tepat
6.        Menyusun bagi seleksi yang efisien sehingga setiap departemen dipimpi seorang yang kompeten, energik dan tiap-tiap karyawan ditempatkan di tempat dimana dia bisa menyumbang tenaganya secara maksimal
7.        Mendefinisikan tugas-tugas
8.        Mendorong inisiatif dan tanggung jawab
9.        Memberikan balas jasa yang adil dan sesuai bagi jasa yang diberikan
10.    Memfungsikan saksi terhadap kesalahan dan kekeliruan
11.    Mempertahankan disiplin
12.    Menjamin bahwa kepentingan individu konsisten dan kepentingan umum organisasi
13.    Mengakui adanya 1 komando
14.    Mempromosikan koordinasi bahan dan kemanusiaan
15.    Melembagakkan dan memberlakukan pengawasan
16.    Menghindari adanya pengaturan birokrasi (red tape) dan kertas kerja.
3)        Sebutkan keuntungan dan kerugian dalam pembagian tenaga kerja?
Konsep pembagian tenaga kerja diberikan pada berbagai bagian tugas tertentu diantara sejumlah anggota organisasi sehingga produksi dibagi menjadi sejumlah langkah-langkah/tugas-tugas dengan tanggung jawab penyelesaian yang diberikan pada individu tertentu. Terdapat juga keuntungan dan kerugian Pembagian Tenaga Kerja. Berikut ini adalah keuntungan pembagian tenaga kerja.
1.      Pekerja berspesialisasi dalam tugas tertentu sehingga keterampilan dalam tugas tertentu meningkat,
2.      Tenaga kerja tidak kehilangan waktu dari satu tugas ke tugas yang lain,
3.      Pekerja memusatkan diri pada satu pekerjaan dan membuat pekerjaan lebih mudah dan efisien, dan
4.      Pekerja hanya perlu mengetahui bagaimana melaksanakan bagian tugas dan bukan proses keseluruhan produk.
Selain keutungan pembagian tenaga kerja terdapat juga kerugian pembagian tenaga kerja. Berikut ini adalah kerugian pembagian tenaga kerja.
1.      Pembagian kerja hanya dipusatkan pada efisiensi dan manfaat ekonomi yang mengabaikan variabel manusia, dan
2.      Kerja yang terspesialisasi cenderung menjadi sangat membosankan yang akan berakibat tingkat produksi menurun.
4)        Menurut Chester Barnard, akan makin banyak perintah manajer yang diterima dalam jangka panjang apabila terdapat hal-hal mengenai? Sebutkan?
Menurut Chester Barnard akan makin banyak perintah manajer yang diterima dalam jangka panjang apabila terdapat hal-hal mengenai jika :
1.      Saluran formal dari komunikasi digunakan oleh manajer dan dikenal semua anggota organisasi,
2.      Tiap anggota organisasi telah menerima saluran komunikasi formal melalui mana dia menerima perintah,
3.      Lini komunikasi antara manajer bawahan bersifat langsung,
4.      Rantai komando yang lengkap,
5.      Manajer memiliki keterampilan komunikasi yang memadai,
6.      Manajer menggunakan lini komunikasi formal hanya untuk urusan organisasional, dan
7.      Suatu perintah secara otentik memang berasal dari manajer.