Rabu, 25 Maret 2015

Etika Profesi

1. Apa sebenarnya kepakaran seorang Sarjana Teknik Industri?

Sarjana Teknik Industri dapat dibagi ke dalam tiga bidang keahlian, yaitu Sistem Manufaktur, Manajemen Industri, dan Sistem Industri dan Tekno Ekonomi.
  • Sistem Manufaktur
Sistem Manufaktur adalah sebuah sistem yang memanfaatkan pendekatan teknik industri untuk peningkatan kualitas,produktivitas, dan efisiensi sistem integral yang terdiri dari manusia, mesin, material, energi, dan informasi melalui proses perancangan, perencanaan, pengoperasian, pengendalian, pemeliharaan, dan perbaikan dengan menjaga keselarasan aspek manusia dan lingkungan kerjanya. Jenis bidang keilmuan yang dipelajari dalam Sistem Manufaktur ini antara lain adalah Sistem Produksi, Perencanaan dan Pengendalian Produksi, Pemodelan Sistem, Perancangan Tata Letak Pabrik, dan Ergonomi.
  • Manajemen Industri
Bidang keahlian Manajemen Industri adalah bidang keahlian yang memanfaatkan pendekatan teknik industri untuk penciptaan dan peningkatan nilai sistem usaha melalui fungsi dan proses manajemen dengan bertumpu pada keunggulan sumber daya insani dalam menghadapi lingkungan usaha yang dinamis. Jenis bidang keilmuan yang dipelajari dalam Manajemen Industri antara lain adalah Manajemen Keuangan, Manajemen Kualitas, Manajemen Inovasi, Manajemen Sumber Daya Manusia, Manajemen Pemasaran, Manajemen Keputusan dan Ekonomi Teknik.
  • Sistem Industri dan Tekno Ekonomi
Bidang keahlian Sistem Industri dan Tekno-Ekonomi adalah bidang keahlian yang memanfaatkan pendekatan teknik industri untuk peningkatan daya saing sistem integral yang terdiri atas tenaga kerja, bahan baku, energi, informasi, teknologi, dan infrastrukturyang berinteraksi dengan komunitas bisnis, masyarakat, dan pemerintah. Bidang keilmuan yang dipelajari di dalam Sistem Industri dan Tekno Ekonomi antara lain adalah Statistika Industri,Sistem Logistik, Logika Pemrograman, Operational Research, danSistem Basis Data.



2. Tuliskan karakter-karakter yang tidak beretika dalam kehidupan sehari-hari dan berikan contoh beserta analisisnya!

a. Berbicara kasar dalam kehidupan sehari-hari, mencerminkan orang yang tidak memiliki etika yang baik dalam berbicara. Sikap tersebut tidak mencerminkan pribadi yang sopan dan tidak menghargai lingkungan sekitarnya.
b. Menyontek. Kebiasaan yang banyak diterapkan seorang siswa maupun mahasiswa. Tentunya ini merupakan kebiasaan yang tidak beretika karena menyontek sama dengan mencuri pemikiran orang lain.
c. Egois dalam bermusyawarah. Sikap ini mencerminkan seseorang yang tidak bisa menghargai pendapat orang lain dan tidak dapat diajak bermufakat.
d. Melanggar peraturan lalu-lintas. Banyak orang yang melanggar aturan lalu-lintas yang sudah dibuat hanya untuk kepentingan diri sendiri, padahal ini merupakan sikap yang tidak beretika karena dapat membahayakan orang lain sesama pengguna jalan.
e. Menghina pekerjaan orang lain. Sikap ini mencerminkan orang yang angkuh dan tidak dapat menghargai usaha orang lain.


3. Tuliskan aktivitas tidak beretika profesional dalam bekerja dan berikan contoh beserta analisisnya!

a. Tidak bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas. Pribadi yang tidak bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas di tempatnya bekerja merupakan orang yang merugi dan tidak dapat diandalkan di perusahaan.
b. Tidak dapat menjaga rahasia perusahaan. Sikap tersebut tentunya merugikan perusahaan tempatnya bekerja karena orang tersebut tidak mempunyai etika dalam membicarakan perusahaan, mana yang boleh orang lain tau dan mana yang tidak.
c. Tidak konsisten dalam bekerja. Seseorang yang tidak dapat menjalankan pekerjaan sesuai dengan perjanjian kerja dan etika profesi yang seharusnya dapat dianggap tidak memiliki etika professional.
d. Tidak dapat menjaga obyektifitas dalam bekerja. Dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya, seorang pekerja harus menjaga obyektifitasnya dan bebas dari benturan kepentingan. jika tidak, maka dianggap tidak memiliki etika professional.
e. Tidak mengikuti peraturan yang berlaku dalam tempat bekerja. Suatu perusahaan atau tempat seseorang bekerja memiliki peraturan-peraturan yang diwajibkan oleh perusahaan tsb. apabila seorang pekerja tidak dapat mengikuti peraturan perusahaan tsb, maka dianggap tidak  memiliki etika professional.

Selasa, 20 Januari 2015

Tugas Softskill 2

TUGAS II KEWIRAUSAHAAN (SOFTSKILL)

1)        Sebutkan tujuan dan jelaskan perencanaan organisasional?
Perencanaan organisasi adalah proses menentukan bagaimanan organisasi bisa mencapai tujuannya. Perencanaan adalah proses menentukan dengan tepat apa yang akan dilakukan organisasi untuk mencapai tujuannya. Dalam istilah resmi perencanaan didefinisikan sebagai perkembangan sistematis dari pogram tindakan yang ditunjukan pada pencapaian tujuan bisnis yang telah disepakati dengan proses analisa, evaluasi, seleksi diantara peluang-peluang yang diprediksi terlebih dahulu.
a)        Tujuan Perencanaan adalah membentuk usaha yang terkoordinasi dalam organisasi. Perencanaan Organisasional mempunyai dua tujuan :
Tujuan Perlindungan (Protective) : meminimisasikan resiko dengan mengurangi ketidakpastian di sekitar kondisi bisnis dan menjelaskan konsekuensi tindakan manajerial yang berhubungan
b)        Tujuan Kesepakatan (Affirmative) : meningkatkan tingkat keberhasilan organisasional
2)   Henry Fayol mengemukakan 16 garis pedoman umum ketika mengorganisasi sumber daya-sumber daya, sebutkan?
16  garis pedoman umum yang dikemukakan Hendry Fayol:
1.        Menyiapkan dan melaksanakan rencana operasional secara bijaksana
2.        Mengorganisasi faset kemanusiaan dauun tn bahan sehingga konsisten dengan tujuan sumber daya-sumber daya, dan kebutuhan dari persoalan tersebut.
3.        Menetapkan wewenang tunggal , kompeten, energik, dan menuntun (struktur ma formal)
4.        Mengkoordinasi semua aktivitas-aktivitas dan usaha-usaha.
5.        Merumuskan keputusan yang jelas, berbeda, dan tepat
6.        Menyusun bagi seleksi yang efisien sehingga setiap departemen dipimpi seorang yang kompeten, energik dan tiap-tiap karyawan ditempatkan di tempat dimana dia bisa menyumbang tenaganya secara maksimal
7.        Mendefinisikan tugas-tugas
8.        Mendorong inisiatif dan tanggung jawab
9.        Memberikan balas jasa yang adil dan sesuai bagi jasa yang diberikan
10.    Memfungsikan saksi terhadap kesalahan dan kekeliruan
11.    Mempertahankan disiplin
12.    Menjamin bahwa kepentingan individu konsisten dan kepentingan umum organisasi
13.    Mengakui adanya 1 komando
14.    Mempromosikan koordinasi bahan dan kemanusiaan
15.    Melembagakkan dan memberlakukan pengawasan
16.    Menghindari adanya pengaturan birokrasi (red tape) dan kertas kerja.
3)        Sebutkan keuntungan dan kerugian dalam pembagian tenaga kerja?
Konsep pembagian tenaga kerja diberikan pada berbagai bagian tugas tertentu diantara sejumlah anggota organisasi sehingga produksi dibagi menjadi sejumlah langkah-langkah/tugas-tugas dengan tanggung jawab penyelesaian yang diberikan pada individu tertentu. Terdapat juga keuntungan dan kerugian Pembagian Tenaga Kerja. Berikut ini adalah keuntungan pembagian tenaga kerja.
1.      Pekerja berspesialisasi dalam tugas tertentu sehingga keterampilan dalam tugas tertentu meningkat,
2.      Tenaga kerja tidak kehilangan waktu dari satu tugas ke tugas yang lain,
3.      Pekerja memusatkan diri pada satu pekerjaan dan membuat pekerjaan lebih mudah dan efisien, dan
4.      Pekerja hanya perlu mengetahui bagaimana melaksanakan bagian tugas dan bukan proses keseluruhan produk.
Selain keutungan pembagian tenaga kerja terdapat juga kerugian pembagian tenaga kerja. Berikut ini adalah kerugian pembagian tenaga kerja.
1.      Pembagian kerja hanya dipusatkan pada efisiensi dan manfaat ekonomi yang mengabaikan variabel manusia, dan
2.      Kerja yang terspesialisasi cenderung menjadi sangat membosankan yang akan berakibat tingkat produksi menurun.
4)        Menurut Chester Barnard, akan makin banyak perintah manajer yang diterima dalam jangka panjang apabila terdapat hal-hal mengenai? Sebutkan?
Menurut Chester Barnard akan makin banyak perintah manajer yang diterima dalam jangka panjang apabila terdapat hal-hal mengenai jika :
1.      Saluran formal dari komunikasi digunakan oleh manajer dan dikenal semua anggota organisasi,
2.      Tiap anggota organisasi telah menerima saluran komunikasi formal melalui mana dia menerima perintah,
3.      Lini komunikasi antara manajer bawahan bersifat langsung,
4.      Rantai komando yang lengkap,
5.      Manajer memiliki keterampilan komunikasi yang memadai,
6.      Manajer menggunakan lini komunikasi formal hanya untuk urusan organisasional, dan
7.      Suatu perintah secara otentik memang berasal dari manajer.